A Path Of Glory

Sebuah hidup yang pasti mempunyai arti, dimana kita sebagai manusia harunya menyadari untuk apa kita dihidupkan di dunia ini.

Ada pepatah mengatakan "banyak jalan menujur roma". yah, sepenggal pepatah tersebut rasanya sudah tak asing lagi ditelinga kita, bahkan mungkin murid sekolah dasar pun sudah pernah mendengarnya. Jika kita memang peka terhadap pepatah tersebut, maka sejatinya kita sebagai makhluk yang paling sempurna di dunia ini tidak akan pernah kehabisan akal dan pikiran kita. Mungkin beberapa orang sering berkata "kehabisan akal", "mumet", "kusut" dan sebagainya yang pada intinya jenuh, bosan, penat atau apalah itu.

Berdasarkan dari pengalaman pribadi, dan ini benar-benar nyata terjadi pada diri saya sendiri, memang seringkali saya mengalami hal-hal seperti itu, namun tak butuh waktu lama dan jawaban itu segera datang, entah mengapa yang jelas saya bersyukur kepada Allah S.W.T atas segala petunjuk-petunjuk yang diberikan-NYA. Memang, petunjuk tersebut tidaklah datang dari-NYA langsung (lah kan saya bukan Nabi), melainkan dari berbagai macam sektor, mungkin bisa mimpi, mungkin bisa sebuah kejadian, atau mungkin yang lainnya.

Seberat apapun masalah yang datang menghadang, tak kan pernah berakhir dengan kalimat "gagal", atau "mumet", "buntu" dan sebagainya, melainkan adalah GOAL.. yahh, sebuah titik dimana titik tersebut yang kita inginkan. Saya bukannya menyombongkan diri alias suuzon, tapi saya hanya berfikir secara logika saja, "sebuah masalah pasti datang dengan pemecahannya".

Contoh Kasus: ada dua orang anak yang ingin berlari menuju suatu tempat, katakanlah "panggung" musik. Pastinya panggung musik ramai sesak oleh penonton, nah.. 2 anak tersebut berlari secara bersama, anak yang 1 berlari sambil melihat jalan yang dia lalui, dia melihat secara detail permukaan jalan tersebut, karena mungkin pas saat berlari ia takut tersandung dan jatuh lalu malah kalah dari temannya. anak 1 lagi lain lagi cara dia berlari, ia hanya berlari secepat tenaganya, menatap lurus "panggung" tersebut, dia tak menghiraukan jalan yang dilalui, dia tak menhiraukan banyaknya orang yang memadati area panggung tersebut, dia tak menghiraukan apapun yang ada disekelilingnya, yang ada dalam benaknya hanyalah ia dan sebuah titik yang bernama "panggung", dia pun berlari dan berlari secepat apa yang bisa dia raih untuk dapat mencapai titik tersebut. pertanyaannya adalah: siapa yang tecepat sampai di "panggung" tersebut?? tentu saja mereka berdua akhirnya naik "panggung" tersebut bersama-sama walaupun tidak secara berbarengan, pasti ada yang lambat dan ada pula yang tercepat. Dan pada saat di atas "panggung" tersebut, mereka saling bersalaman, berpelukan layaknya menggapai sebuah kemenangan yang fantastis, dan mereka bersorak "THIS IS OUR PATH !!! "

everybody has "own path", but sometimes can changed to "our path" when the other person has same path of glory.

0 comments: