Banyak sekali di dunia ini yang tidak bisa kita lihat dengan sebelah mata, walaupun kita dapat merasakannya. Bumi, air dan udara…. Memang merupakan sebuah penampakan yang dapat kita lihat sehari-hari. Tapi bagaimana dengan “waktu”, apakah bisa kau rasakan kedatangannya, kepergiannya… dia datang tanpa kita ketahui, pergi tanpa kita ketahui. Jika memang kejadian seperti itu yang kita hadapi, berarti kita bisa dikategorikan sebagai manusia yang kurang menghargai “waktu”.
Sedikit saja kita mencoba untuk menghargai arti dari “waktu”, maka kita pun dapat memaksimalkan setiap “waktu” yang telah kita dapat dengan sebaik-baiknya. Tidak akan ada lagi kata tertunda, terlambat dan sebagainya … ya walaupun semua itu telah ada yang mentukan. Kejadian kejadian setiap hari yang telah berlalu, seringkali disalahkan karena factor lain… semisal begini, saya punya contoh hari ini akan pergi ke Kampus untuk bertemu dengan dosen saya untuk keperluan bimbingan skripsi, tapi apa yang terjadi, saya malah tertidur hingga siang hari. Kalau dilihat knapa bisa terjadi seperti itu, malam nya saya harus rela menghabiskan waktu dikantor karena ada pekerjaan yang tertunda, bahkan akhirnya saya baru hampir pagi untuk menyelasaikannya. Dan terlebih lagi ketika siang saya bangun, tiba2 saja hujan besar datang disertai angina yang kencang pula. seandainya saja saya lebih bijak untuk memanfaatkannya (waktu), maka kejadian seperti itu tak akan terulang dan terulang lagi… saya yakin pekerjaan saya tidak akan ada yang tertunda tertunda lagi, walaupun saya dibebani pekerjaan yang bertubi-tubi datangnya.
Saya pribadi memiliki kunci untuk mengendalikan terhadap waktu yang diberikan kepada saya, kunci itu adalah “teratur”…. Yah, keteraturan merupakan sebuah ilmu klasik dari zaman dulu sampai sekarang.. mereka yang bisa teratur terhadap hidupnya, maka bukan tidak mungkin lagi hal-hal yang mereka inginkan akan tercapai pada akhirnya. Teratur bisa juga di samakan dengan kedisiplinan…. Kedisiplinan akan waktu memang mutlak dijalankan bagi setiap insan tanpa kecuali. Hidup disiplin mungkin saya contohkan, bangun pagi tepat waktu untuk memulai aktivitas, siang hari untuk bekerja dan pada malam hari untuk istirahat. Tidak sedikit dari kita memang yang sudah terbiasa dari kehidupan yang malam…. Mereka malah bisa hidup pada malam harinya, entah itu ada aktivitas atau enggak dibandingkan dengan pagi hari. Memang, sebagai manusia saya tidak bisa melarang, disini saya sama sekali tidak melarang siapapun, tidak menghujat siapapun…. Kita punya jalan kehidupan sendiri sendiri, “my life is my own fuckin life”.
Akan tetapi disini saya mencoba untuk menekankan kalimat “yang umumnya aja lah” ,,, kalo waktu nya melek ya melek, waktu nya kerja ya kerja, dan waktu nya istirahat ya istirahat…. Masalahnya begini, kalau kita butuh pertolongan (manusia pasti butuh pertolongan, sekecil apapun itu) pada saat malam hari, sedangkan malam hari itu wajarnya jam orang sudah istirahat, tapi kita benar2 butuh bantuan mereka, kalau mereka yang dimintai pertolongan dapat menerima dengan senang hati sih gak apa-apa, tapi kalau mereka-mereka yang merasa terganggu akibat dari pertolongan kita, sinyal pertolongan yang kurang tepat waktu datangnya… (emangnya setiap orang itu tim penolong dari group kalong apah, yang sedia 24jam waktu nya untuk standby jika ada sinyal pertolongan datang). So….. please respect Me !!
Sedikit saja kita mencoba untuk menghargai arti dari “waktu”, maka kita pun dapat memaksimalkan setiap “waktu” yang telah kita dapat dengan sebaik-baiknya. Tidak akan ada lagi kata tertunda, terlambat dan sebagainya … ya walaupun semua itu telah ada yang mentukan. Kejadian kejadian setiap hari yang telah berlalu, seringkali disalahkan karena factor lain… semisal begini, saya punya contoh hari ini akan pergi ke Kampus untuk bertemu dengan dosen saya untuk keperluan bimbingan skripsi, tapi apa yang terjadi, saya malah tertidur hingga siang hari. Kalau dilihat knapa bisa terjadi seperti itu, malam nya saya harus rela menghabiskan waktu dikantor karena ada pekerjaan yang tertunda, bahkan akhirnya saya baru hampir pagi untuk menyelasaikannya. Dan terlebih lagi ketika siang saya bangun, tiba2 saja hujan besar datang disertai angina yang kencang pula. seandainya saja saya lebih bijak untuk memanfaatkannya (waktu), maka kejadian seperti itu tak akan terulang dan terulang lagi… saya yakin pekerjaan saya tidak akan ada yang tertunda tertunda lagi, walaupun saya dibebani pekerjaan yang bertubi-tubi datangnya.
Saya pribadi memiliki kunci untuk mengendalikan terhadap waktu yang diberikan kepada saya, kunci itu adalah “teratur”…. Yah, keteraturan merupakan sebuah ilmu klasik dari zaman dulu sampai sekarang.. mereka yang bisa teratur terhadap hidupnya, maka bukan tidak mungkin lagi hal-hal yang mereka inginkan akan tercapai pada akhirnya. Teratur bisa juga di samakan dengan kedisiplinan…. Kedisiplinan akan waktu memang mutlak dijalankan bagi setiap insan tanpa kecuali. Hidup disiplin mungkin saya contohkan, bangun pagi tepat waktu untuk memulai aktivitas, siang hari untuk bekerja dan pada malam hari untuk istirahat. Tidak sedikit dari kita memang yang sudah terbiasa dari kehidupan yang malam…. Mereka malah bisa hidup pada malam harinya, entah itu ada aktivitas atau enggak dibandingkan dengan pagi hari. Memang, sebagai manusia saya tidak bisa melarang, disini saya sama sekali tidak melarang siapapun, tidak menghujat siapapun…. Kita punya jalan kehidupan sendiri sendiri, “my life is my own fuckin life”.
Akan tetapi disini saya mencoba untuk menekankan kalimat “yang umumnya aja lah” ,,, kalo waktu nya melek ya melek, waktu nya kerja ya kerja, dan waktu nya istirahat ya istirahat…. Masalahnya begini, kalau kita butuh pertolongan (manusia pasti butuh pertolongan, sekecil apapun itu) pada saat malam hari, sedangkan malam hari itu wajarnya jam orang sudah istirahat, tapi kita benar2 butuh bantuan mereka, kalau mereka yang dimintai pertolongan dapat menerima dengan senang hati sih gak apa-apa, tapi kalau mereka-mereka yang merasa terganggu akibat dari pertolongan kita, sinyal pertolongan yang kurang tepat waktu datangnya… (emangnya setiap orang itu tim penolong dari group kalong apah, yang sedia 24jam waktu nya untuk standby jika ada sinyal pertolongan datang). So….. please respect Me !!
No more time Wasting …… just edification and purification, We can direct our Future
Peace.
TERRIBLERooM, 25 April 2007, 01:15 AM
m@snu
aka
TheUnlimitedHandsomeGuy